Detail Cantuman Kembali
penambahan stainless steel SS 316 pada impeller yang berbahan kuningan dalam pengendalian laju korosi
Pengecoran merupakan proses peleburan logam dengan cara dicairkan kemudian dituang kedalam cetakan dan dibiarkan hingga membeku. Dalam pengecoran sand casting pemilihan material cetakan sangat penting untuk menghasilkan produk dengan sifat dan karakter yang kita inginkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi cetakan terhadap komposisi kimia, nilai kekerasan, nilai ketegangan, struktur mikro, dan bentuk butir teradap pengecoran impeller pompa menggunakan material paduan kuningan (CuZn) dengan Stainless Steel SS 316. Pada penilitian ini pada dasarnya menggunakan metode yang biasanya digunakan dalam perindustrian kapal di Indonesia. Pengujian ini mengunakan metode ASTM adalah metode yang sangat sering digunakan pada pengujian. Pengecoran dengan komposisi kuningan 98%, 96%, dan 94% Stainless Steel SS 316 2%, 4%, dan 6%. Pada pengujian didapatkan nilai kekerasan (218,2 HB), (208,1 HB), (190,1HB) kekuatan tarik (381,84 N/mm2), (395,05 N/mm2), (403,58 N/mm2) harga impact (0,206 J/mm2), (0,205 J/mm2), (0,203 J/mm2. Dalam penelitian ini disajikan hasil penelitian tentang analisa ketahanan uji korosi yang mengunakan metode potentiodynamic untuk mengetahui laju korosi pada material. Pengendalian laju korosi menggunkan metode potentiodynamic dengan nilai corrosion rate (0,041331 mm/y), (0,03715 mm/y), (0,026632 mm/y).
622.20.15 Ilh p
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2020
Surabaya
xv, 102 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...







